Postingan

INTRODUCTION TO CONTROL SYSTEMS

  1. Pengertian Control systems (Sistem Kendali) Sistem Kendali ( Control Systems ) adalah sistem yang berfungsi mengatur, mengarahkan, atau mengendalikan suatu proses atau plant, agar output yang dihasilkan sesuai dengan nilai yang di inginkan ( refenrence atau set-point ). Sistem ini dapat dapat berbentuk mekanik, eletrik, biologis, ekonomi, atau kombinasi dari beberapa jenis tersebut. 2. Komponen Utama  Control systems   (Sistem Kendali) Secara umum, sistem kendali memiliki elemen pokok sebagai berikut :  Input atau nilai yang di inginkan ( Set-Point ), merupakan nilai target yang ingin dicapai oleh sistem Pengendali (Controller): Bagian yang mengambil keputusan dan menghasilkan sinyal kendali berdasarkan informasi yang diterima. Aktuator: Komponen yang mengubah sinyal kendali menjadi aksi fisik yang dapat mempengaruhi proses atau plant. Proses atau Plant: Sistem atau objek yang menjadi sasaran kendali. Sensor atau Pengukur: Alat yang mengukur nilai keluaran akt...

Risk Grading Matrix

Risk Grading Matrix Merupakan instrumen analisis semi-kuantitatif yang berfungsi sebagai jembatan antara identifikasi risiko mentah dengan pengambilan keputusan strategis. Secara fundamental, matriks ini bekerja dengan membedah setiap risiko ke dalam dua sumbu utama: sumbu probabilitas yang mencerminkan frekuensi atau kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, dan sumbu dampak yang merepresentasikan besarnya konsekuensi yang ditimbulkan terhadap tujuan organisasi.   Dinamika Dimensi dan Skalabilitas Dalam penerapan yang kompleks, penentuan tingkat risiko tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi harus didasarkan pada parameter yang terukur. Dimensi probabilitas sering kali didefinisikan melalui data historis atau pemodelan prediktif, di mana skala terendah mewakili peristiwa yang hampir tidak mungkin terjadi dalam satu dekade, hingga skala tertinggi untuk peristiwa yang hampir pasti terjadi dalam siklus operasional bulanan.  Di sisi lain, dimensi dampak memerlukan analisis m...

Rapid Entire Body Assessment (REBA)

       REBA adalah sebuah metode penilaian risiko ergonomi yang dikembangkan untuk mengevaluasi postur tubuh pekerja secara cepat dan mudah. Metode ini menganalisis berbagai bagian tubuh seperti leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki untuk mengidentifikasi potensi risiko cedera muskuloskeletal. REBA sangat berguna dalam mengidentifikasi aktivitas kerja yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan pada pekerja akibat postur tubuh yang tidak ergonomis. Tujuan REBA: Identifikasi Risiko: Mengidentifikasi aktivitas kerja yang berisiko tinggi menyebabkan cedera muskuloskeletal. Evaluasi Postur: Mengevaluasi postur tubuh pekerja selama melakukan tugas. Perbaikan Kerja: Memberikan rekomendasi perbaikan pada desain pekerjaan, alat, dan lingkungan kerja untuk mengurangi risiko cedera. Cara Kerja REBA: Pengamatan: Seorang pengamat mengamati pekerja saat melakukan tugas dan mencatat postur tubuhnya...

TUGAS 1 ERGONOMI

  Pengertian, Tujuan,dan Prinsip dasar Ergonomi Anatomi, fisiologi, psikologi, teknik, manajemen, dan desain merupakan bidang studi yang termasuk dalam disiplin ilmu ergonomi, yang mengkaji cara manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Kata Yunani untuk ergonomi adalah ERGON, yang berarti kerja, dan NOMOS, yang berarti aturan atau hukum alam. Mempelajari ergonomi bertujuan untuk mencapai tujuan berikut: 1.     Menghindari kecelakaan di tempat kerja 2.     Menyediakan tempat kerja yang efisien, aman, menyenangkan, sehat, dan produktif (ENASE) 3.     Untuk meningkatkan hasil Selain alasan-alasan yang disebutkan di atas untuk mempelajari ergonomi, ergonomi juga terdiri dari ide-ide mendasar berikut: 1.    Human Centered Disign (manusia sebagai pusat perancangan) 2.    Fit the Job to the Man ( penyelesaian kerja dengan manusi) 3.   people are Different ( orang itu berbeda) 4.   There is not the best away, but there is away a...

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI TAHU TEMPE

Gambar
  BAB I PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG Industri secara umum diartikan sebagai segala bentuk kegiatan ekonomi yang berkaitan erat dengan produksi atau menciptakan sesuatu yang memiliki nilai tambah, dan barang tertentu menghasilkan keuntungan dari proses tersebut. Menurut Undang-Undang nomor 5 tahun 1984 tentang perindustrian, industri diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang mengelola bahan baku, mentah, setengah jadi atau bisa barang jadi diubah menjadi suatu yang memiliki nilai yang tinggi, sehingga mendapatkan keuntungan. Dampak dari industri terhadap lingkungan sangat luas dan kompleks, mencakup berbagai aspek seperti polusi air, udara, dan tanah, serta dampak pada kesehatan   masyarakat. Industri yang di kelola dengan tidak baik dapat menghasilkan polusi yang berbahaya bagi mahluk hidup di sekitarnya. Aktivitas industri yang intensif dapat menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang jika tidak di kelola   dengan baik, dapat menyerap kedalam tanah dan me...